Profesi

Foto saya
Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Selasa, 25 Desember 2012

Praktisi Humas Wajib Bisa Menulis



Praktisi Humas Wajib Bisa Menulis

Peran penting petugas humas (public relation officer) di sebuah lembaga membuatnya harus memiliki keterampilan khusus dalam berkomunikasi. Keterampilan pertama yang wajib dimiliki humas adalah menulis. Jadi, manajer dan/atau staf humas wajib bisa menulis!
Writing is the number one skill of PR practitioners,” kata Craig Pearce dalam blognya, craigpearce.info. Bahkan, “It’s more important than being a nice person. Seriously.” Keterampilan menulis lebih penting ketimbang jadi “orang baik”.
“Tidak ada PR tanpa keterampilan menulis,” imbuh Todd Hunt.
Berikut ini lima keterampilan utama yang harus dimiliki petugas humas/PR (Top 5 PR Skill) sebagaimana dikemukakan Pete Codella dalam blognya, petecodella.com.
Ia menyebutnya sebagai “a short list of … the most in-demand and important skills are for public relations practitioners” (daftar singkat … keterampilan dan tuntutan paling penting untuk praktisi humas).
  1. Writing –Praktisi humas harus terampil menulis dengan baik –dari segi substansi dan tata bahasa. Publik saat ini tidak hanya bergantung pada wartawan atau media massa untuk mengakses informasi. Mereka juga sudah menjadikan media sosial –facebook, twitter—sebagai sarana komunikasi dan bertukar informasi.
  2. Kreativitas –kompleksitas saluran komunikasi saat ini, dan banyaknya informasi yang setiap membombardir kita, menuntut para komunikator profesional untuk menjadi kreatif dalam mengemas dan menyampaikan pesan.
  3. Menguasai ‘Publishing Tools’ –internet dan alat-alat media sosial menjadikan praktisi humas “kebanjiran” sarana komunikasi. Praktisi humas saat ini mesti akrab dengan berbagai saluran komunikasi tradisional dan digital untuk mengidentifikasi kesempatan terbaik bagi klien dan employer mereka.
  4. Profesionalisme –nilai-nilai inti advokasi, kejujuran, keahlian, kemandirian, kesetiaan, dan keadilan adalah penting bagi para praktisi humas yang serius. Tahun 2000 Public Relations Society of America (PRSA) menerbitkan kode etik humas yang menguraikan enam nilai inti serta prinsip-prinsip inti etika humas. (Untuk humas Indonesia: menaati kode etik kehumasan).
  5. Personable –Menarik, Menawan. Berlaku baik kepada orang-orang (good with people). Profesi humas membutuhkan orang-orang “pemersatu” (uniters), bukan “pemisah” (dividers), mendorong komunikasi yang lebih baik di dunia kita yang terkadang “konfrontatif”. Dalam kata-kata Michael Jackson, PR/humas membutuhkan pekerja yang akan setuju dengan pernyataannya: ““I’m a lover, not a fighter”.

Dasar-Dasar Public Speaking



Dasar-Dasar Public Speaking

* Tips Menjadi Pembicara, Teknik Pidato
Public Speaking  dipahami sebagai berbicara di depan umum, seperti ceramah atau pidato dan presentasi. Public Speaking mencakup semua aktivitas berbicara (komunikasi lisan) di depan orang banyak, termasuk dalam rapat, membawakan acara (jadi MC), presentasi, diskusi, briefing, atau mengajar di kelas.
Presenter TV dan penyair radio termasuk melakukan PS dilihat dari sisi jumlah audience yang banyak (publik), meskipun tidak face to face.
Untuk menjadi “pembicara hebat” (great public speaker) dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
1. Practice –Latihan pidato di depan kawan-kawan, keluarga, bahkan anjing/kucing, atau siapa saja yang bisa mendengarkan; di depan cermin; menggunakan recorder.
2. Building Skill –membangun keterampilan PS dengan memahami teknik PS, meliputi persiapan dan penyampaian.
PERSIAPAN
Persiapan Mental
1. Rileks! Atasi gugup dengan menarik nafas panjang/dalam; menggerakan badan; berdiri tegak layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap, lalu tersenyumlah!
2. Know the room! Jadikan seakan-akan ia kamar Anda sendiri.
3. Know the audience! Kenali karakteristik dan pandang mereka sebagai teman akrab.
4. Know your material! Anggaplah Anda yang paling tahu.

Persiapan Fisik
1. Pastikan kondisi badan dan suara fit, segar, dan normal
2. Kenakan pakaian yang serasi dengan susana acara.
3. Jangan memakan keju, mentega, atau minum susu, soda, teh, kopi, sekurang-kurangnya sejam sebelum tampil.
4. Jabatlah tangan Anda agar darah mengalir — membuat gerakan tangan Anda lebih alami saat berbicara di podium.
5. Jaga agar mulut dan tenggorokan Anda tetap basah. Siapkan selalu air mineral.

Persiapan Materi
1. Baca literatur dan cari sumber data sebanyak mungkin. Semakin banyak pengetahuan dan wawasan, Anda pun kian percaya diri.
2. Susun pointer atau outline.
3. Anda punya empat pilihan penguasaan materi: Membaca naskah (Reading from complete text), menggunakan catatan (Using notes) berupa garis besar materi (outline) –ini cara terbaik, menggunakan hapalan (memory) –pilihan terburuk karena komunikasi dengan audience berkurang, terutama soal kontak mata; dan menggunakan alat bantu visual sebagai catatan (Using Visual Aids as Notes).

PEMBUKAAN: TEKNIK MEMBUKA PIDATO
1. Start Low and Slow
2. Don’t apologize.
3. Teknik pembuka a.l. langsung menyebut pokok persoalan yang akan dibicarakan; mengajukan pertanyaan provokatif, menyatakan kutipan — teori, ungkapan, peristiwa, atau pepatah.

PENYAMPAIAN
1. Teknik pemaparan: deduktif – gagasan utama ke perincian; “teori” ke empiris; induktif – kasus ke kesimpulan; empiris ke “teori”; kronologis – Urutan peristiwa.
2. Audible –bicaralah agak keras agar cukup terdengar (Audible)
3. Clarity — ucapkan setiap kata dengan jelas (Clarity).
4. Gunakan kata berona (colorfull word) – yang melukiskan sikap, perasaan, keadaan. Misalnya, kata “terisak-isak” lebih berona daripada kata “menangis”; kata “matanya berbinar-binar” -> bergembira, dll.
5. Kalimat aktif (action words) lebih dinamis daripada kalimat pasif.

PENUTUP
1. Langsung tutup, ucapkan salam, jika materi pembicaraan sudah disampaikan atau waktu sudah habis.
2. Teknik penutup: menyimpulkan, menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat berbeda, mendorong audience untuk bertindak (
Appeal for Action), kutipan sajak, kitab suci, pribahasa, atau ucapan ahli, memuji khalayak, dll. Misalnya, “saya akhiri pidato saya dengan pepatah, ‘marah lebih baik ketimbang putus asa’. Wasalam”. 

Sumber: ASM. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003

Elemen Public Speaking


Elemen Public Speaking: Teknik Humor dan Kontak Mata

Elemen atau unsur-unsur public speaking, selain materi, ada empat, yaitu teknik vokal, kontak mata (eye contact), humor, dan gerakan tubuh (gesture). Keempat elemen public speaking ini, jika dilakukan dengan baik dan benar, akan menjadikan public speaking yang efektif dan berkesan.
Teknik Vokal
1. Intonasi (intonation) –nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata.
2. Aksentuasi (accentuation) atau logat, dialek. Lakukan stressing pada kata-kata tertentu yang dianggap penting.
3. Kecepatan (speed). Jangan bicara terlalu cepat.
4. Artikulasi (articulation), yaitu kejelasan pengucapan kata-kata; pelafalan kata (pronounciation).
5.
Infleksi – lagu kalimat, perubahan nada suara; hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata. Infleksi naik (go up) menunjukkan adanya lanjutan, menurun (go down) tunjukkan akhir kalimat.
Eye Contact
1. Pandang audience; sapukan pandangan ke seluruh audience.
2. Pandang tepat pada matanya!

Gesture
1. Alami, spontan, wajar, tidak dibuat-buat.
2. Penuh, tidak sepotong-sepotong, tidak ragu.
3. Sesuai dengan kata-kata.
4. Gunakan untuk penekanan pada poin penting,
5.
Jangan berlebihan. Less is more!
6. The most important gesture: to SMILE!
7. Gerakan tubuh meliputi: ekspresi wajah, gerakan tangan, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan, kaki.
8. Setiap gerakan mengandung tiga bagian: Pendekatan (The Approach) – Tubuh siap untuk bergerak; Gerakan (The Stroke) – gerakan tubuh itu sendiri; dan Kembali (The Return) – kembali ke posisi semula atau keadaan normal.
9. Variatif, jangan monoton. Misalnya terus-menerus mengepalkan jari tangan di atas.
10. Jangan melalukan gerakan tubuh yang tidak bermakna atau tidak mendukung pembicaraan seperti: memegang kerah baju, mempermainkan mike, meremas-remas jari, dan menggaruk-garuk kepala.
11. Makin besar jumlah hadirin, kian besar dan lambat gerakan tubuh yang kita lakukan. Jika kita berbicara di depan hadirin dalam jumlah kecil, atau di videoconferencing, atau di televisi, lakukan gerakan tubuh alakadarnya (smaller gestures).

Humor
1. Bumbu Public Speaking.
2. Use Natural Humor! Don’t try to be a stand up comedian!
3. Gunakan hentian (pause) sekadar memberikan kesempatan kepada pendengar untuk tertawa.

Teknik Humor
  1. Exaggeration –melebihkan sesuatu secara tidak proporsional. Misalnya, ungkapan “hujan lokal” bagi pembicara yang “menyemburkan” air liur.
  2. Parodi –meniru gaya suatu karya serius (lagu, pepatah, puisi) dengan penambahan agar lucu, misalnya mengubah lirik lagu dengan kata-kata baru bernada humor.
  3. Teknik belokan mendadak –membawa khalayak untuk meyakini bawa kita akan berbicara normal, namun tiba-tiba kita mengatakan sebaliknya atau tidak disangka-sangka pada akhir pembicaraan. Contoh: Saya mencintai seorang wanita, namun kami tidak bisa menikah karena keluarganya merasa keberatan. Saya tidak bisa apa-apa, karena keluarganya yang tidak setuju itu adalah suami dan anak-anaknya!; TV (baca: tivi) yang dibuat di Bandung dan bermerk “Parisj van Java” yaitu tipikir-pikir tidak ada. Wasalam.


Sumber: ASM. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003

Tips Menjadi Pembicara, Teknik Pidato



Tips Menjadi Pembicara, Teknik Pidato
Public Speaking  dipahami sebagai berbicara di depan umum, seperti ceramah atau pidato dan presentasi. Public Speaking mencakup semua aktivitas berbicara (komunikasi lisan) di depan orang banyak, termasuk dalam rapat, membawakan acara (jadi MC), presentasi, diskusi, briefing, atau mengajar di kelas.
Presenter TV dan penyair radio termasuk melakukan PS dilihat dari sisi jumlah audience yang banyak (publik), meskipun tidak face to face.
Untuk menjadi “pembicara hebat” (great public speaker) dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
1. Practice –Latihan pidato di depan kawan-kawan, keluarga, bahkan anjing/kucing, atau siapa saja yang bisa mendengarkan; di depan cermin; menggunakan recorder.
2. Building Skill –membangun keterampilan PS dengan memahami teknik PS, meliputi persiapan dan penyampaian.
PERSIAPAN
Persiapan Mental
1. Rileks! Atasi gugup dengan menarik nafas panjang/dalam; menggerakan badan; berdiri tegak layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap, lalu tersenyumlah!
2. Know the room! Jadikan seakan-akan ia kamar Anda sendiri.
3. Know the audience! Kenali karakteristik dan pandang mereka sebagai teman akrab.
4. Know your material! Anggaplah Anda yang paling tahu.

Persiapan Fisik
1. Pastikan kondisi badan dan suara fit, segar, dan normal
2. Kenakan pakaian yang serasi dengan susana acara.
3. Jangan memakan keju, mentega, atau minum susu, soda, teh, kopi, sekurang-kurangnya sejam sebelum tampil.
4. Jabatlah tangan Anda agar darah mengalir — membuat gerakan tangan Anda lebih alami saat berbicara di podium.
5. Jaga agar mulut dan tenggorokan Anda tetap basah. Siapkan selalu air mineral.

Persiapan Materi
1. Baca literatur dan cari sumber data sebanyak mungkin. Semakin banyak pengetahuan dan wawasan, Anda pun kian percaya diri.
2. Susun pointer atau outline.
3. Anda punya empat pilihan penguasaan materi: Membaca naskah (Reading from complete text), menggunakan catatan (Using notes) berupa garis besar materi (outline) –ini cara terbaik, menggunakan hapalan (memory) –pilihan terburuk karena komunikasi dengan audience berkurang, terutama soal kontak mata; dan menggunakan alat bantu visual sebagai catatan (Using Visual Aids as Notes).

PEMBUKAAN: TEKNIK MEMBUKA PIDATO
1. Start Low and Slow
2. Don’t apologize.
3. Teknik pembuka a.l. langsung menyebut pokok persoalan yang akan dibicarakan; mengajukan pertanyaan provokatif, menyatakan kutipan — teori, ungkapan, peristiwa, atau pepatah.

PENYAMPAIAN
1. Teknik pemaparan: deduktif – gagasan utama ke perincian; “teori” ke empiris; induktif – kasus ke kesimpulan; empiris ke “teori”; kronologis – Urutan peristiwa.
2. Audible –bicaralah agak keras agar cukup terdengar (Audible)
3. Clarity — ucapkan setiap kata dengan jelas (Clarity).
4. Gunakan kata berona (colorfull word) – yang melukiskan sikap, perasaan, keadaan. Misalnya, kata “terisak-isak” lebih berona daripada kata “menangis”; kata “matanya berbinar-binar” -> bergembira, dll.
5.
Kalimat aktif (action words) lebih dinamis daripada kalimat pasif.
PENUTUP
1. Langsung tutup, ucapkan salam, jika materi pembicaraan sudah disampaikan atau waktu sudah habis.
2. Teknik penutup: menyimpulkan, menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat berbeda, mendorong audience untuk bertindak (Appeal for Action), kutipan sajak, kitab suci, pribahasa, atau ucapan ahli, memuji khalayak, dll. Misalnya, “saya akhiri pidato saya dengan pepatah, ‘marah lebih baik ketimbang putus asa’.
Wasalam”.

Sumber: ASM. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003.





Teknik Menulis Berita Opini



Teknik Menulis Berita Opini

Berita opini (opinion news) adalah berita yang berisi pendapat atau gagasan seseorang –biasanya para pakar, cendekiawan, ahli, atau pejabat– mengenai suatu masalah atau peristiwa. Jadi, ringkasnya, berita opini itu memberitakan opini narasumber.
Berikut ini rumus atau “format dasar” penulisan lead atau teras berita opini:
Contoh 1:
Da’i kondang asal Bandung Ust. Romail Tiyya (WHO) mengajak umat Islam saling tolong dalam kebaikan, kebenaran, dan kesabaran sebagaimana diperintahkan Al-Quran (said WHAT). Ajakan itu dikemukakannya saat memberikan taushiyah dalam Tablig Akbar yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Hong Kong di Tenda Putih Victoria Park Hong Kong (WHERE), Ahad (12/12) (WHEN).
Menurut Ust. Romail, saling tolong merupakan manifestasi keimanan dan keislaman seseorang. “Umat Islam itu bersaudara hingga wajib hukumnya saling tolong,” ujarnya (WHY) di depan ribuan orang yang memadati Tenda Putih Victoria Park di tengah cuaca dingin (HOW).
Dikatakannya, ….. “….,” ujarnya.
Ia menambahkan, ….. “…..,” katanya.

Contoh 2:
Umat Islam harus saling tolong dalam dalam kebaikan, kebenaran, dan kesabaran sebagaimana diperintahkan Al-Quran (WHAT). Hal itu dikemukakan Da’i kondang asal Bandung Ust. Romail Tiyya (WHO) saat memberikan taushiyah dalam Tablig Akbar yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Hong Kong di Tenda Putih Victoria Park Hong Kong (WHERE), Ahad (12/12) (WHEN).
Menurut Ust. Romail, saling tolong merupakan manifestasi keimanan dan keislaman seseorang. “Umat Islam itu bersaudara hingga wajib hukumnya saling tolong,” ujarnya (WHY) di depan ribuan orang yang memadati Tenda Putih Victoria Park di tengah cuaca dingin (HOW).
Dikatakannya, ….. “….,” ujarnya.
Ia menambahkan, ….. “…..,” katanya.

Mudah ‘kan? Ayo, coba! Liput deh tuh ceramah ustadz atau khotbah Jumat, misalnya. Selamat mencoba.



Sumber: ASM. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003
 

Agenda Setting



Agenda Setting

Setiap media massa memiliki Agenda Setting. Disebut Media Agenda Setting. Setiap media memiliki agendanya sendiri dalam pemberitaan, sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki.
Visi-misi media massa adalah “company philoshopy” yang menjadi “basic values” yang harus ditaati para wartawan dalam menulis berita. “Nilai-nilai dasar” baik yang sifatnya ideologis, politis, maupun ekonomis, menjadi acuan dalam penyusunan “editorial policy” sebuah media massa. 
Editorial Policy adalah kriteria layak-tidaknya sebuah berita dipublikasikan yang dalam dunia komunikasi massa disebut gatekeeping, yakni “a series of check point” yang dijaga oleh paragatekeeper (para redaktur rubrik). Sebuah berita harus melalui ”gate” tersebut sebelum sampai ke publik. Artinya, lolos-tidaknya sebuah peristiwa diberitakan (menjadi berita) bergantung pada hasil pengecekan tersebut, belum lagi ditambah “selera” redaktur yang subjektif.
Secara teroritis, setiap media memiliki “agenda-media” yang disetting sejak awal. Agenda dan gatekeeping  itulah yang “mengendalikan akses kita terhadap berita, informasi, dan hiburan” (Wilson).
Dalam perspektif teori komunikasi (massa) dikenal dengan “agenda-media setting theory” (Maxwell McCombs and Donald L. Shaw [1973]):
The Agenda-Setting Theory says the media (mainly the news media) aren’t always successful at telling us what to think, but they are quite successful at telling us what to think about”.
Agenda Setting juga didefinisikan sebagai proses di mana media massa menentukan apa yang kita pikirkan dan cemaskan (the process whereby the mass media determine what we think and worry about). Walter Lippmann (1922) menegaskannya:
“The media dominates over the creation of pictures in our headthe public reacts not to actual events but to the pictures in our head.”
Secara praktis, Agenda-Setting menentukan apa yang harus diberitakan sehingga menjadi “agenda publik” (public agendas), yakni isu utama yang menjadi bahan pembicaraan; diharapkan agenda publik nantinya menjadi “agenda kebijakan” (policy agenda) atau mempengaruhi “agenda politik” (political agenda) para pembuat kebijakan, yang pada akhirnya menentukan kebijakan publik (public policy).
  • Agenda Setting
  • Public Agenda
  • Policy Agenda
  • Political Agenda
  • Public Policy
The Media agenda is the set of issues addressed by media sources and the public agenda is the issues the public consider important (Miller, 2005).
Demikianlah, semua pemberitaan media melalui proses tertentu yang “dibingkai” (framing) berdasaran agenda-media, sehingga menimbulkan pengaruh dan interpretasi tertentu dan menciptakan “opini publik” (public opinion). Opini publik itulah yang mengendalikan pemikiran dan sikap masyarakat terhadap isu tertentu.
Maka, sadarlah, kita sudah dibohongi media massa, minimal oleh kebohongan yang “forgivable”! Karenanya, jangan terlalu percaya atau sepenunya yakin pada pemberitaan media, minimal jadilah “pembaca kritis”.
Lebih jelas tentang kebohongan media, jadilah penulis, wartawan, atau pengelola media massa. Idealnya, berpihaklah pada kebenaran dan publik. Dalam kamus media massa, parameter utama kebenaran adalah faktual –sesuai dengan fakta atau kenyataan—dan “doktrin kejujuran” (fairness doctrine). Maka, junjunglah kebenaran dan kejujuran itu, minimal dengan tidak memelintir fakta. “Fact is sacre!” menjadi pedoman baku para jurnalis profesional.

Kata Mubazir dan Kata Jenuh: Hindari Saat Menulis



Kata Mubazir dan Kata Jenuh: Hindari Saat Menulis!

Kata Mubazir dan Kata Jenuh harus dihindari saat menulis berita atau artikel untuk media massa.  Hal itu agar tulisan menjadi ringkas, efektif, dan memenuhi standar bahasa jurnalistik. Jika Kata Mubazir dan Kata Jenuh masih digunakan, maka terjadi pemborosan kata atau kalimat –hal tabu bagi jurnalis profesional.
Kata Mubazir yaitu  kata-kata yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat, seperti “adalah” (kata kopula), “telah” (petunjuk masa lampau), “untuk” (sebagai terjemahan to dalam bahasa Inggris), “dari” (sebagai terjemahan of dalam bahasa Inggris), “bahwa” (sebagai kata sambung), dan bentuk jamak yang tidak perlu diulang.
  • Ia adalah seorang dokter –> Ia seorang dokter.
  • Ia telah menikah setahun lalu –> Ia menikah setahun lalu.
  • Ia berupaya untuk menjadi dokter teladan –> Ia berupaya menjadi dokter teladan.
  • Bapak dari dua anak ini  –> Bapak dua anak ini.
  • Ia mengatakan bahwa anaknya memang bersalah –> Ia mengatakan anaknya memang bersalah.
  • Banyak teman-temannya yang terharu –> Banyak temannya yang terharu.
Termasuk kata mubazir: “pada hari”, “pada bulan”, “pada tahun”, dan “bertempat di” seperti dalam contoh di bawah ini:
  • Acara dilaksanakan pada hari Minggu sore tanggal 11 Januari 2012 –> Acara dilaksanakan Minggu sore, 11 Januari 2012 (lebih hemat kata/efektif).
  • Itu ditemukan pada tahun 1969 –> Itu ditemukan tahun 1969.
  • Harga BBM mulai naik pada bulan Januari 2013 –> Harga BBM mulai naik Januari 2013.
  • Mahasiswa dan polisi bentrok dalam aksi demonstrasi yang bertempat di Bundaran HI –>Mahasiswa dan polisi bentrok dalam aksi demonstrasi di Bundaran HI –>
Kata Jenuh –disebut juga  kata penat, tired word, kata klise, dan stereotype– yaitu kata-kata atau ungkapan klise yang sering dipakai dalam transisi (peralihan) berita, seperti kata-kata “sementara itu”, “dapat ditambahkan”, “perlu diketahui”, “dalam rangka”, “bahwasanya”, “sehubungan dengan hal itu”, “selanjutnya”, “adapun”, “yang mana”, “di mana”, dan lain-lain.
Kata jenuh yang paling sering muncul dalam tulisan wartawan adalah kata “Sementara Itu”. Lazim ditemukan dalam peralihan berita dari peristiwa satu ke peristiwa lain. Misalnya, dari berita tentang Liga Inggris ke berita tentang Liga Italia. Untuk menyambungkannya yang paling sering digunakan Kata Jenuh seperti “Sementara itu”.
Wartawan NBC News, Edwin Newman, mengatakan, ketika mempelajari berbagai naskah yang ditulisnya pada awal-awal dia menjadi koresponden, dia mencoret  setiap kata “sementara itu” dan mendapatinya tidak satu pun dari kata itu diperlukan.
Mantan Pemred Republika, Parni Hadi, dalam sebuah acara talkshow di TVRI mengatakan, masih banyaknya tulisan wartawan yang menggunakan kata mubazir dan kata jenuh akibat salah satu dari dua hal: kebodohan (ketidaktahuan) atau kemalasan. Lebih parah, jika akibat keduanya  –bodoh dan malas. 

Tips Mengatasi Gugup dalam Public Speaking



Tips Mengatasi Gugup dalam Public Speaking

Banyak orang mengalami ketidaksiapan secara mental untuk melakukan pidato atau presentasi (public speaking). Mereka dihinggap rasa takut berbicara di depan umum. Kondisi demikian diistilahkan sebagai:
  1. Demam Panggung (Stage Frigth)
  2. Kecemasan Bicara (Speech Anxiety)
  3. Stres Penampilan (Performance Stress)
  4. Gugup (Nervousness)
  5. Panik (Platform Panic).
  6. Glossphobia
Penyebab Gugup
  1. Merasa takut kelihatan bodoh atau “bloon” di depan orang lain.
  2. Takut tidak bisa berbicara apa-apa setelah di podium.
  3. Tidak melakukan persiapan.
  4. Tidak tahu apa yang harus kita bicarakan atau kita lakukan di podium.
  5. Menyadari atau mengetahui akan dinilai orang banyak.
  6. Menghadapi situasi asing atau tidak familiar dengan kita.
Dampak Gugup secara Fisik dan Mental
  1. Jantung berdetak lebih cepat atau hati berdebar-debar.
  2. Kaki atau lutut bergetar, demikian pula tangan.
  3. Tenggorokan atau mulut kering
  4. Lupa yang mau dibicarakan
  5. Suara bergetar bahkan sulit dikeluarkan
  6. Tangan atau telapak tangan terasa dingin
  7. Urat nadi berdenyut cepat.
  8. Bibir bergetar.
Tips Mengatasi Gugup
  1. Kuasai Materi! Bicarakan yang kita kuasai saja. Pilih topik yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman. Menguasa materi meningkatkan rasa percaya diri.
  2. Fokus ke materi! Bukan ke audiens. Konsentrasi hanya pada pesan yang akan kita sampaikan.
  3. Latihan! Keluarkan suara dengan keras, berdiri di depan cermin, jika perlu pilih tempat di sudut ruangan agar ada pantulan suara, gunakan tape recorder untuk merekamnya, dan jika memungkinkan berlatihlah bicara di depan teman-teman dekat kita.
  4. Tarik nafas dalam-dalam!
  5. Tersenyumlah! Tunjukkan wajah ramah. Simpati audiens akan muncul dan memperkuat rasa percaya diri Anda.
  6. Lakukan pemanasan vokal. Say! PaPaPaPa, BaBaBaBa, TaTaTaTa, DaDaDaDa, KaKaKaKa, GaGaGaGa, lalu ucapkan secara terbalik.
  7. Relaksasi! Lemaskan otot-otot yang tegang, misalnya dengan menggoyangkan kaki, menyalami tangan sendiri dan meletakkannya di atas kepala, dan memutar-mutarkan leher dan bahu.
  8. Goyang-goyangkan tangan yang bergetar secara perlahan dan metelakkannya di atas mimbar.
  9. Rileks! Jangan terburu-buru.
  10. Lekukkan ujung jari kaki!
  11. Baguskan Slide Presentasi! Alihkan perhatian audiens agar tidak fokus memandang kita.
  12. Jangan tatap mata audiens, tapi wilayah di antara dua mata mereka.
  13. Pada awal pembicaraan, jangan bicara ke semua audiens sekaligus, satu per satu saja!
  14. Pilih satu orang di audiens yang berwajah paling friendly (ramah) dan dedikasikan presentasi Anda untuk dia.
  15. Berbicaralah seolah-olah audiens adalah teman-teman kita dan memang teman kita!
  16. Memegang sesuatu –misalnya tisu– di kepalan tangan sebagai “pengalih” ketegangan.
  17. Sebelum tampil, pejamkan mata dan bayangkan audiens mendengarkan, tertawa, dan bertepuk tangan buat kita.
Kebanyakan gugup atau demam panggung hanya terjadi sebelum naik podium. Begitu kita tampil, demam panggung lenyap dengen sendirinya. Selamat berlatih. Wasalam.



Sumber: ASM. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003

Selasa, 03 April 2012

Mengenal Istilah Dalam Twitter


Bagi kamu yang baru mengenal twitter dan bingung terutama istilah-istilah yang digunakan, berikut merupakan arti dari istilah tersebut. Banyka istilah yang berupa singkatan dikarenakan memang twitter hanya membatasi 140 karakter dalam menuliskan status.

Tweet : apa yang kita tulis (post) di twitter, itu yang dinamakan tweet. Dalam bahasa indonesia, tweet memiliki terjemahan kicauan.

Following : artinya anda akan menerima update status dari teman anda orang tersebut.

Follower : orang yang menerima update dari anda.
Anda bisa mengikuti (following) siapa saja, tapi jangan bingung jika ada simbol seperti “gembok” disamping nama orang yang akan anda follow (lihat gambar thefuzzball dibawah) artinya orang tersebut tidak sembarang menerima follower karena alasan-alasan tertentu (misal: takut di follow spammer atau menghindari follower yang memakai gambar profil kurang sopan)

@ : fungsinya bisa untuk me-reply tweet teman, membuat link kepada nama yang dimaksud

Retweet : disingkat rt, artinya mengulang, menulis kembali apa yang ditulis seseorang, bisa jadi karena kata-kata tersebut indah. Rt ditambahkan pada tweet diikuti dengan @(username) ditambah dengan kata-kata yang ingin anda ulang.

Hash tags : dilambangkan dengan #, gunanya agar pengguna lain yang melihat bisa mencari topik sejenis yang ditulis orang lain dengan mudah. Misal #followfriday , #blogging dll

#followfriday : adalah tradisi setiap hari jumat dimana anda dapat merekomendasikan orang lain untuk menjadi follower dari teman anda yang menyenangkan. Silahkan tulis @(namatemananda) yang anda rekomendasikan pada tweet anda.

Trendingtopics : apa topik yang sedang dibicarakan banyak orang? Misal saat kematian michael jackson, michael jackson menjadi tt (sing. Trending topics), saat bom mengguncang indonesia #indonesiaunite menjadi topik yang paling sering dibicarakan. Bagaimana suatu tweet bisa menjadi trending topics? Biasanya karena banyaknya orang yang menggunakan #(topikyangdibicarakan) pada tweetnya. Semakin banyak orang yang membicarakan topik yang sama dengan anda, semakin lama topik tersebut bertahan pada halaman depan twitter dan dilihat oleh seluruh dunia.

Overheard : disingkat oh, artinya anda mendengar (melihat) tweet milik orang lain yang sangat menarik, tetapi anda tidak ingin menyebutkan siapa yang menulis tweet tersebut. (berbeda dengan rt yang menyebutkan sumber tweet).

Heard trough: dilambangkan dengan ht , tiba-tiba anda teringat dengan kata-kata menarik yang diucapkan teman anda kemarin. Anda dapat menulisnya pada tweet dengan ht (singkatan heard trough). Ht berbeda dengan rt, karena ht adalah kata-kata yang anda dengar pada kehidupan nyata.

Kamus Twitter (Kata-kata gaul yang sering digunakan beserta artinya di Twitter)

Retweet (RT). Mengulang tweet seseorang di Twitter, maksudnya biar orang yang membaca Tweet anda, tahu darimana sumber Tweet yang sebenarnya.
  • Mistweet. Kesalahan mengirim Tweet. Tanpa sengaja mengirim Tweet pada follower.
  • Tweeple. User Pengguna Twitter
  • Tweeps. Teman-teman anda selain di Twitter juga di Jejaring sosial lainya, misal Facebook, Friendster atau MySpace
  • Twaiting. Tweet yang dikirim saat sedang menunggu seseorang atau sesuatu, misal saat sedang menunggu pesawat di airport.
  • Twalking. Tweet yang dikirim saat anda sedang jalan-jalan.
  • Dweet. Sebuah tweet (update) yang dikirim dalam keadaan “mabuk”, Dweet kemungkinan besar akan menjadi semacam Mistweet.
  • Twebay. Jualan di Twitter.
  • Tweetheart. Kekasih hati di Twitter.
  • Twis. Sikap kurang menghormati seseorang di Twitter
  • Hashtag. Tweet tentang topik yang spesifik, misal kalau anda dan kawan-kawan sedang membicarakan tentang Malang, maka didepan tweet diberi tag #Malang sehingga pembicaraan akan terus terfokus pada masalah Malang.
  • Microblog. Twitter adalah kegiatan nge-Blog namun dalam karakter terbatas yakni 140 karakter, itulah kenapa Twitter disebut microblog
  • Nudge. Sebuah sinyal/pemberitahuan pada seseorang di Twitter untuk mengupdate status terakhir - tipsntrick.net
  • Twaffic. traffic di Twitter.
  • Tweet. Pesan yang dikirim lewat Twitter.
  • Tweet Back. Membicarakan kembali Tweet yang sudah lama.
  • Tweeter. Orang yang mengirim Tweet
  • Twitosphere. Komunitar Tweeter
  • Twitpocalypse. Sebuah topik atau moment di Twitter yang membuat Twitter Client mengalami crash.
  • Twapplications. Aplikasi untuk mengakses Twitter.
  • Twead. Membaca Tweet di Twitter
  • Twittastic Twitter fantastic.
  • Twittercal mass. Sebuah reaksi besar-besarnya atas sebuah topik di Twitter, seperti yang menimpa terhadap salah seorang artis cantik di Indonesia.
  • Twitterphobe. Orang yang takut bergabung dengan Twitter
  • Twitterphoria. Rasa senang saat seseorang yang anda follow, akhirnya menjadi Follower anda.
  • Twitterstream. Twitter timeline.
  • Twittertude. Sebuah sikap buruk di Twitter
  • Twitticisms. Sebuah Tweet yang lucu.




Kata Mutiara


Kata-Kata Mutiara
(Koleksi Henry Johan)
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni.

Say what you want to say when tou have the time,tomorrow maybe one day late. Oue deepest regrets are words unsaid and things undone.
Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akal mengatakan wanita
Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hati mengatakan wanita cantik
atas dasar akhlaknya.


Sahabat yang beriman ibarat mentari yang bersinar. Sahabat yang setia bagai
pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.


Sediakanlah waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah waktu untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan, sediakanlah waktu untuk bersenda gurau karena bersenda gurau itu akan membuat muda selalu dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.

Sahabat yang baik adalah yang orang yang berkata benar, dan bukannya hanya membenarkan kata-kata.

“Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar menyilaukan, tetapi tidak melihat apa-apa”

“Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan. Teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup”

Jika anda bersahabat bersiaplah untuk berkorban

Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci;
 

Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan
Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.


Wanita/perempuan diciptakan bukan dari tulang rusuk atas untuk memerintah, bukan dari rusuk bawah untuk dipijak, tetapi terletaknya rusuk itu di bagian dada dan berdekatan dengan tangan,  bermakna tangan yang membelai dan hati yang mempunyai perasaan dan kasih sayang.

” Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa.
Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.”
(La Roche)


“Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.
Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan”


” Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima penderitaan.
( Harieta Wahab)

Tugas Music Director


1. Mengatur Time Clock Beat Music (tergantung Radionya) biasanya tiap jam,  Beat (Slow, Middle, Fast) lagu diatur oleh MD melalui Playlist harian. Menurut aturannya penyiar yang melanggar playlist diancam sanksi.
2. Menerima dan membalas CD sample dari label company, biasanya  lagu di seleksi apakah layak atau tidak diputar.  Urusan semua ke Label mulai dari mengirim chart, ”deal” ke manajemen artis adalah tugas MD.
3.Playlist, harian, mingguan, bulanan,..
4. Menej data base lagu, mulai dari (penyanyi, tahun, label) dan semua lagu digital, CD, dan Kaset  MD yang memegang datanya.  MD membuat rekap nya tiap bulan (rekap bulanan).
5.Buat CHART,  biasanya weekly, monthly….. tergantung chartnya..
6. Mengawasi penyiar/operator studio apabila ada yg out of playlist,  untuk menjaga air personality nya..
Nb : ini semua tergantung Job Desk di stasiun Radio masing-masing, karena tiap radio berbeda-beda struktur kerjanya,.. tapi secara umum gambaran tugas MD begitu.
Hasil dari observasi penulis,diperoleh gambaran tugas dari Mucic Director adalah mengumpulkan dan menyeleksi lagu dan memasukannya kedalam playlist. Menentukan layak atau tidaknya lagu dimasukkan kedalam program dan bertanggung jawab untuk menata lagu. Dalam pelaksanaannya Music Director bertanggung jawab langsung kepada Studio Manager. Ada beberapa faktor yang mendukung kegiatannya, yaitu adanya fasilitas yang cukup memadai.

Kamis, 19 Januari 2012

Cara Mengetahui Private Number / Nomor Pribadi

Apakah anda sering di telepon nomor yang menggunakan Private Number atau Nomor Pribadi ? ? Hmmm, , terkadang memang sangat menjengkelkan jika kita di hubungi orang- orang iseng yang menelfon menggunakan nomor pribadi / nomor dirahasiakan. Biasanya orang yang telefon menggunakan nomor oribadi / nomor yang disembunyikan tersebut mempunyai maksud tertentu sama kita, entah itu sekedar iseng, mengganggu, atau mungkin naksir sama kita ..hehe trus gimana donk Cara Mengetahui Nomor pribadi / Private number yang nelfonin kita ? ?
Ada beberapa Cara Mengetahui Private Number / Nomor Pribadi yang mengganggu kita melalui telepon. Jika anda masih belum mengetahui tips tips mengetahui nomor dirahasiakan yang mengganggu kita, silahkan anda simak artikel yang ditulis blogger tuban berikut ini:

Melacak Private Number

1. Cara Mengetahui Private Number Yang Pertama:
(untuk pengguna hp NOK*A)
Ketikkan kode *#30# dan tekan OK, maka di layar akan muncul tulisan “nomer penelpon ditampilkan” atau biasanya tergantung dari tipe hp masing-masing. Untuk kode ini sayangnya tidak didukung oleh operator di Indonesia, jadi ini hanya sebagai bahan pengetahuan saja. Kapan ya di Indonesia operatornya bisa?

2. Cara Mengetahui Nomor Pribadi Yang Kedua:
Mendivert semua panggilan tidak dikenal. Pada setiap hp ada fasilitas divert/ pengalihan ini, nah pada malam hari jika memaksa tetap mengaktifkan hp dan biasanya ada orang iseng gunakan fasilitas divert ini, caranya alihkan semua panggilan tidak dikenal (yang tidak tercantum di phonebook) ke kotak mailbox, jadi setiap panggilan masuk yang nomernya hidden bakalan masuk ke mailbox dan nanti kita akan mendapatkan sms bahwa pemanggil dengan nomer 08xxxxxxxx telah menghubungi agan. Lihat record dari nomer tersebut sapa saja yang menelpon. Khusus untuk XL, Indosat dan telkomsel biasanya bisa.

3. Cara Mengetahui Nomor DirahasiakanYang Ketiga:
Disaat agan tahu ada orang iseng dengan menelpon berulang – ulang menggunakan private number, sebaiknya setelah panggilan ketiga kalinya, matikan hp agan sampai beberapa waktu, tujuannya agar penelpon kena pulsa. Maksudnya supaya dia masuk ke kotak mailbox juga, nah seperti cara kedua, maka saat kita menghidupkan hp kita nomer penelpon akan diberikan oleh operator kita. Misalnya jika kita menggunakan XL, maka smsnya akan datang dari 818 dengan isi ” anda telah dihubungi oleh 081xxxxxxx pada 23:15 dst…” ane rasa ini adalah cara paling ampuh secara tradisional yang bisa diterapkan di Indonesia.

4. Cara Mengetahui Private Number / Nomor Pribadi Yang Keempat:
Saat agan tahu ada penelpon iseng dengan menggunakan private number, maka gunakan hp anda untuk menelpon, nah maka saat dia mencoba menelpon anda di tempat si penelpon iseng tersebut akan masuk ke mailbox karena nada sibuk. Untuk mengetahui nomernya si penelpon biasanya agan mendapatkan sms seperti yang ane jelaskan di cara ketiga di atas.

5. Cara Mengetahui Private Number Yang Terahir:
Reject telpon agan dengan menekan tombol bergambar telpon warna merah (tombol off) dan biarkan si penelpon masuk ke mailbox. Sayangnya cara ini tidak selalu bisa, karena dianggap kita sengaja menolak setelah mengetaui penelponnya, tapi untuk malam hari kebanyakan cara ini akan menggiring penelpon ke kotak mailbox kita, sehingga sekali lagi kita akan mendapat sms seperti sebelumnya. Untuk pembuktian semua cara ini, coba lakukan sendiri terlebih dahulu untuk meyakinkan agan. Jadi agan bisa memilih cara mana yang efektif.

Nah , , itulah beberapa tips dan Cara Mengetahui Private Number / Nomor Pribadi yang menelfon kita. Semoga tips tips diatas bisa bermanfaat untuk anda semua. O iya, jangan lupa juga untuk membaca artikel mengenai Cara Merubah Video Ke Mp3 ya. Trimakasih, ,

Keywords:

cara mengetahui private number,cara melacak private number,cara mengetahui privat number,cara melihat private number,mengetahui private number,private number,cara melihat privat number,cara menelpon dengan menggunakan privat number xl,melacak private number,nomer melihat

Ragam Bahasa Jurnalistik

Sifat Umum Ragam Bahasa Jurnalistik
Perlu diketahui sebelumnya, bahwa yang membedakan ragam bahasa jurnalistik dengan ragam bahasa yang lain adalah dalam cara penggunaannya. Ragam bahasa jurnalistik digunakan untuk mengungkapkan hal-hal yang dialami, diketahui, dan dipikirkan oleh sebagian besar orang ( Slamet Soewandi, 1996 ). Hal-hal itu berupa fakta ( berita ), pendapat (opini ), dan pemberitahuan.
Menurut H. Rosihan Anwar, Sifat Ragam Bahasa Jurnalistik terdiri dari:
1.  Menggunakan kalimat pendek
2.  Menggunakakn bahasa biasa yang mudah dipahami orang
Bahasa adalah alat untuk menyampaikan cipta dan informasi. Bahasa diperlukan dalam komunikasi. Dalam suatu penulisan harus menggunakan bahasa yang betul-betul dapat dimengerti khalayak (audiens). Salah satunya penulis harus komunikatif.
3.  Menggunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya
Khalayak media massa yaitu pembaca surat kabar, pendengar radio, penonton televisi terdiri dari aneka ragam manusia dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang berbeda-beda, dengan minat perhatian, daya tangkap, kebiasaan yang berbeda-beda pula.
4.  Menggunakan bahasa tanpa kalimat majemuk
Dengan menggunaan kalimat majemuk, pengutaraannya pikiran kita sering terpeleset menjadi berbelit-belit dan bertele-tele. Penulis sebaiknya menjauhkan diri dari kesibukan memakai kalimat majemuk karena bisa mengakibatkan tulisannya menjadi woolly alias tidak terang.
5.  Mengunakan bahasa dengan kalimat aktif, bukan kalimat pasif
Membuat berita menjadi hidup bergaya ialah sebuah persyaratan yang dituntut penulis atau wartawan. Pengunaan kalimat aktif lebih disukai jurnalistik daripada kalimat pasif karena dinggap lebih bergaya. Contoh: : Si Amat dipukul babak belur oleh si Polan”. Dari pada kalimat “ Si Polan memukul si Amat babak belur”.
                                     
6.  Menggunakan bahasa padat dan kuat
Penulis atau wartawan muda seringkali suka terhanyut menulis dengan mengulangi makna yang sama dalam bebagai kata. Kata-kata yang dipakai seharusnya efisien dan seperlunya saja. kembang-kembang bahsa harus dihindarkan. Bahasa jurnalistik harus hemat dengan kata-kata.
7.  Menggunakan bahasa positif, bukan bahasa negative
Penulis di dalam menulis, sedapat mungkin menulis dalam bentuk kalimat positif karena kalimat positif dianggap lebih sopan daripada kalimat negatif. Contoh: “ Wartawan Sondang Meliala tidak menghendaki penataran wartawan olahraga”. Dengan kalimat “ Wartawan Sondang Meliala menolak penataran wartawan olahraga”. Kalimat kedua lebih bersifat positif dibanding dengan perkataan “ tidak menghendaki”, karena “ tidak” bersifat negatif.

Menurut Slamet Soewandi, secara umum wacana dengan ragam bahasa jurnalistik memiliki ciri :
1.  Singkat
Singkat adalah penuturan yang tidak berpanjang-panjangan, bertele-tele.
2.  Padat
Padat adalah mengacu pada arti syarat isinya
3.  Sederhana
Sederhana adalah tidak berbelit-belit
4.  Lancar
Lancar adalah penuturan yang tidak tersendat-sendat, melainkan mengalir dengan enak.
5.  Jelas
Jelas adalah penuturan yang tidak menimbulkan salah tafsir .
6.  Lugas
Lugas adalah tidak mengada-ada.
7.  Menarik
Menarik adalah pemberitaan yang membuat pembaca, pendengar atau penonton bosan, atau mengerutkan dahi karena masalahnya berat.
                                                                                 
8.  Baku
Baku adalah penulisan kata dan kalimat, pemilihan dan pembentukan kata, pemilihan danpembentukan kalimat, pemilihan dan pembentukan paragraph menurut kaidah yang berlaku.
9.  Netral
Netral adalah tidak berpihak atau membedakan tingkatan, jabatan atau kedudukan orang.
Menurut Kunjana Rahardi Ragam Bahasa Jurnalistik yaitu:
1.  Komunikatif
Bahasa jurnalistik tidak berbelit-belit, tidak membunga-bunga, tetapi harus langsung terus langsung pada pokok permasalahannya ( straight to the point). Bahasa jurnalistik harus lugas, sederhana, tepat diksinya dan menarik sifatnya. Dengan demikian bahasanya akan menjadi komunikatif, tidak menimbulkan salah paham dan menimbulkan tafsir ganda.
2.  Spesifik
Bahasa jurnalistik harus disusun dengan kalimat-kalimat yang singkat-singkat dan pendek-pendek. Bentuk kebahasaannya sederhana dan mudah diketahui oleh banyak orang, gampang dimengerti oleh orang awam. Kata-katanya hendaknya bersifat denotative maknanya, sehingga tidak dimungkinkan ada salah tafsir makna yang ganda.
3.  Hemat kata
Kebahasaan yang dipakai dalam bahasa jurnalistik hendaknya bercirikan minim karakter kata atau sedikit jumlah huruf-hurufnya. Kalimat-kalimat jurnalistik dibuat simple dan sederhana serta tidak menumpuk-nimpuk gagasannya.
4.  Jelas makna
Bahasa jurnalistik sedapat mungkin digunakan kata-kata yang bermakna denotatif, kata-kata yang mengandung makna sebenarnya, bukan kata-kata yang bermakna konotatif, kata-kata yang maknanya tidak langsung, kata- kata yang bermakna
kiasan.                                                             
5.  Tidak mubazir dan tidak klise        
Bentuk mubazir pada kata atau frasa yng sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat yang menjadi wadahnya, dan peniadaan kata-kata tersebut tidak mengubah arti/maknanya. Kata-kata klise atau stereotype ialah kata-kata yang berciri memenatkan, melelahkan, membosankan, terus hanya begitu-begitu saja, tidak ada inovasi, tidak ada variasi. 

Ragam Bahasa Jurnalistik Radio
Salah satu alat komunikasi yang akrab dengan kita adalah radio. Perbedaan mendasar antara radio dan media cetak adalah dalam hal cara penyampaian pesannya. Media cetak lebih menitikberatkan pada penyampaian pesan melalui cetakan ( video ), sedangkan radio melalui pendengaran ( audio ).
Secara garis besar sebenarnya ragam bahasa radio hampir sama dengan ragam bahasa dalam media cetak. Tetapi, radio memiliki suatu gaya tersendiri. Gaya radio sendiri, menurut Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A, disebabkan oleh dua factor :
1.  Sifat radio siaran
Sifat radio siaran adalah auditif, untuk didengar. Karena hanya untuk didengar, maka isi siaran yang sampai ke telinga pendengar hanya sepintas lalu saja
2.  Sifat pendengar radio
Pendengar adalah sasaran komunikasi massa media radio. Komunikasi dapat dikatakan efektif , apabila pendengar terpikat perhatiannya, tertarik terus minatnya, mengerti, tergerak hatinya dan melakukan kegiatan apa yang diinginkan si pembicara ( Onong Uchayana Effendy, 1978 ).
Ciri Jurnalistik Radio
Berdasarkan karakteristik jurnalistik radio yang dipengaruhi faktor siaran dan pendengar,  maka radio memiliki ciri khas sebagai berikut :
1.  Tidak mengenal ” kebenaran reserve
Hal tersebut memiliki maksud bahwa berita dalam radio itu harus mengandung kebenaran yang tepat dan akurat. Hal ini mutlak karena sekali berita itu disiarkan, tidak mungkin diralat. Kalaupun dapat, perlu diingat sifat radio itu sendiri.
                                                                        
Pendengar mungkin hanya mendengar ralatnya saja, tanpa pernah mendengar apa yang diralat. Atau kebalikannya, pendengar tidak mendengar ralatnya, sehingga berita salah yang diralat dianggap suatu kebenaran.
2.  Obyektif
Suatu berita yang obyektif tentunya tidak memihak, tidak cacat, dan tidak diwarnai maksud-maksud tertentu. Sehingga hendaknya berita dalam diberikan sebagaimana adanya, tanpa maksud, dan tujuan tertentu.
3.  Bersusila
Radio ditujukan kepada semua pendengar dengan tidak memandang status sosialnya ( khususnya program berita ). Telah disinggung berulangkali bahwa radio bersifat auditif. Karena sifat radio itu sendiri dan keragaman status sosial pendengarnya, hal ini tentu akan membawa imajinasi yang berbeda pada setiap pendengarnya. Oleh sebab itu, hendaknya kesopanan dalam penuturan perlu dijaga.

Ciri Bahasa Jurnalistik Radio
Secara garis besar, bahasa jurnalistik radio dan jurnalistik cetak tidak jauh berbeda. Radio menekankan penyampaian pesan secara audio, maka bahasa yang digunakan tentunya disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat menyampaikan pesan secara tepat kepada pendengarnya. Menurut Onong Uchajana Effendy ( 1978 : 91 ), ciri Bahasa Radio adalah :
1.  Menggunakan kata-kata yang sederhana.
2.  Menggunakan kata-kata yang lazim dipakai masyarakat.
3.  Menggunakan kata-kata yang sopan.
4.  Menggunakan susunan kalimat yang rapih.
5.  Menggunakan susunan kalimat yang logis
6.  Bahasanya jelas.